KEBERADAAN POLITIK PEMBANGUNAN NASIONAL TERHADAP INTERNASIONAL

Posted: 2013/05/21 in Uncategorized

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang melaksanakan proses pembuatan keputusan demi kebaikan dalam suatu negara. Pengertian lainnya, politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara kosntitusional maupun nonkonstutisional.

Tujuan politik bangsa Indonesia telah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu

“melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Pembangunan nasional merupakan usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global.

Tujuan pembangunan nasional itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. Dan pelaksanaannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.

Pembangunan bagi suatu bangsa yang sedang mengejar ketinggalan dengan bangsa-bangsa yang sudah maju terkait dengan pandangan hidup bangsa yang bersangkutan. Rencana pembangunan diperlukan agar pembangunan itu tetap konsisten pada tujuan nasional yang sudah disepakati, sebagai upaya penerobosan menuju pembaruan struktur ekonomi, politik dan sosial, serta agar arah pembangunan untuk kepentingan keadilan sosial menjadi upaya tepenting.

Prinsip dalam pembangunan nasional :

  1. Pembangunan Bersifat Semesta
  2. Pembangunan harus didasarakan prinsip keseimbangan
  3. Pembangunan berlaku berlanjut
  4. Pembangunan dilaksanakan dengan pendekatan kesisteman
  5. Pembangunan dilakasanakan atas kepercayaan pada kemampuan sendiri
  6. Pembangunan harus mengandung kejelasan strategi
  7. Pembangunan harus dapat menetapkan skala prioritas
  8. Pembangunan mengandung pelestarian lingkungan
  9. Pembangunan harus didasarkan pemerataan yang mengandung pertumbuhan
  10. Pembangunan harus didukung oleh partisipasi rakyat

Politik nasional meliputi.

  1. Politik dalam negeri
  2. Politik luar negeri
  3. Politik ekonomi
  4. Politik pertahanan keamanan

Di masa sekarang tentu tidak ada negara yang dapat berdiri sendiri. Setiap negara pasti membutuhkan bantuan dari negara lain, termasuk negara Indonesia. Dengan itu dibutuhkan hubungan internasional, salah satu faktor penyebab terjadinya hubungan internasional adalah kekayaan alam dan perkembangan industri yang tidak merata. Hal tersebut mendorong kerjasamaantar negara dan antar individu yang tunduk pada hukum yang dianut negaranya masing-masing. Hubungan internasional merupakan hubungan antar negara atau antarindividu dari negara yang berbeda-beda, baik berupa hubungan politis, budaya, ekonomi, ataupun hankam. Hubungan internasional menurut buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI (RENSTRA) adalah hubungan antar bangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan diperlukan kerjasama, karena melalui kerjasama antar negara akan diperoleh : pencapaian tujuan negara lebih mudah dilakukan; perdamaian dunia lebih mudah diwujudkan; upaya pemeliharaan perdamaian dunia, diantaranya membuat perjanjian damai penyelesaian konflik secara damai juga dapat terwujud.

Manfaat hubungan internasional antara lain adalah :

  1. Manfaat ideologi, yakni untuk menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan Negara
  2. Manfaat politik, yakni untuk menunjang pelaksanaan kebijakan politik dan hubungan luar negeri yang di abdikan untuk kepentingan nasional, terutama untuk kepentingan pembangunan di segala bidang
  3. Manfaat ekonomi, yakni untuk menunjang upaya meningkatkan pembangunan ekonomi nasional
  4. Manfaat sosial-budaya, yakni untuk menunjang upaya pembinaan dan pengembangan nilai-nilai sosial budaya bangsa dalam upaya penanggulangan terhadap setiap bentuk ancaman, tantangan, hambatan, gangguan dan kejahatan internasional, dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional
  5. Manfaat perdamaian dan keamanan internasional, yakni untuk menunjang upaya pemeliharaan dan pemulihan perdamaian, keamanan dan stabilitas internasional
  6. Manfaat kemanusiaan, yakni untuk menunjang upaya pencegahan dan penanggulangan setiap bentuk bencana serta rehabilitasi akibat-akibatnya
  7. Manfaat lainnya, yakni untuk meningkatkan peranan dan citra Negara itu sendiri di forum internasional dan hubungan antar negara serta kepercayaan masyarakat internasional

 

Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global. Pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju, serta kukuh kekuatan moral dan etikanya. Tujuan pembangunan nasional itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahreraan seluruh bangsa Indonesia. Dan pelaksanaannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan ranggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Maksudnya adalah setiap warga negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing.

 

Keikursertaan setiap warga negara dalam pembangunan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti mengikuti program wajib belajar, membayar pajak, melestarikan lingkungan hidup, mentaati segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, menjaga ketertiban dan keamanan, dan sebagainya.

 

Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah maupun batiniah yang selaras, serasi, dan seimbang. Itulah sebabnya pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya, yakni sejahtera lahir dan batin.

 

Pembangunan yang bersifat lahiriah dilaksanakan untuk memenuhikebutuhan hajat hidup fisik manusia, misalnya sandang, pangan, perumahan, pabrik, gedung perkantoran, pengairan, sarana dan prasarana transportasi dan olahraga, dan sebagainya. Sedangkan contoh pembangunan yang bersifat batiniah adalah pembangunan sarana dan prasarana ibadah, pendidikan, rekreasi, hiburan, kesehatan, dan sebagainya. Untuk mengetahui bagaimana proses pembangunan nasional itu berlangsung, kita harus memahami manajemen nasional yang te-rangkai dalam sebuah sistem.

 

Ada banyak model pembangunan kita kenal. Apa pun pilihan yang diambil membawa konsekuensi-konsekuensi tersendiri. Karena itulah, orang pun lantas tidak bisa lagi bicara dalam bahasa “hitam-putih” – baik-buruk atau salah-benar – melainkan sekeadar mempersoalkan sejauh mana relevansi suatu model dalam perspektif permasalahan yang berkembang. Ada kalanya, model pertumbuhan (Growth Model of National Development) suatu ketika begitu dimitoskan dan pada suatu ketika yang lain dituntut perubahan-perubahan orientasi yang mendasar. Bab pertama buku ini yang diberi title “Citra Pembangunan dalam Perspektif Diakronis”, menganalisis pergeseran arah dan strategi pembangunan nasional kita dengan pendekatan-pendekatan kerangka konsepsional pembangunan di Negara dunia ketiga, secara ringkas dan padat.

 

Dua bab berikutnya, “Masalah dan Tantangan Pembangunan masyarakat” serta “Pendekatan dan Konsep Pembangunan Sosial”, lebih merupakan pengkayaan dari gagasan-gagasan yang telah dipaparkan sebelumnya. Bab-bab terakhir di bagian kedua, di bawah pokok bahasan “Efisiensi dalam Birokrasi”, Perencanaan Pembangunan dan Ketahanan Nasional”, serta “Pembangunan Ketenagakerjaan”, penulis buku ini sebagai ahli administrasi Negara mengajak kita untuk meyimak segi-segi yang sangat krusial dalam politik pembangunan Order Baru. Secara keseluruhan dalam buku ini kita diajak mengarungi samudra khasanah teori dan akar masalah pembangunan – dalam wawasan yang lebih umum – menuju arah yang lebih berwajah manusiawi.

 

Dari pemikiran tokoh gerakan rekonstruksi desa di Cina awal abad ini Y.C. Yen, hingga Irma Adelman, G. Myrdall, Dudley Seers, Mahbub ul Haq, Dennis Goulet, Ivan lllich, Diana Conyers, David C. Korten dan para pakar lainnya yang sudah amat kita kenal reputasinya seperti Sumitro, Sudjatmoko, Mubyarto, Hendra Esmara dan lain-lainnya dapat Anda jumpai dalam kesatuan analisis penulis Politik Pembangunan ini. Sungguh, buku ini sangat membantu para mahasiswa ilmu-ilmu sosial untuk memasuki arus pemikiran masa kini di dalam memahami pesoalan-persoalan pembangunan, di samping tentu saja sangat bermanfaat bagi para pengamat pembangunan pada umumnya.

SUMBER :

http://wawanhariskurnia.blogspot.com/2012/12/politik-dan-strategi-nasional_7.html

www.id.answer.yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s