Penyadapan Dalam Suatu Negara

Posted: 2014/01/09 in Uncategorized

Penyadapan telepon (atau penyadapan kawat) adalah pemantauan percakapan telepon dan Internet oleh pihak ketiga, seringkali dilakukan dengan cara rahasia. Percakapan telepon dapat direkam atau dipantau secara tidak resmi, baik oleh pihak ketiga tanpa sepengetahuan pihak yang disadap, ataupun direkam oleh salah satu pihak yang melakukan penggilan telepon. Penyadapan telepon dikontrol secara ketat dan pada umumnya dilarang dengan alasan privasi, namun juga bisa dilegalkan untuk alasan tertentu, sesuai dengan hukum yang berlaku di negara yang bersangkutan.
Penyadapan telepon dimulai setelah ditemukannya alat perekam percakapan telepon pada tahun 1890-an. Lembaga penegak hukum mulai menyadap saluran telepon.[3] Pada awalnya, komunikasi suara jarak jauh dilakukan secara eksklusif oleh sistem “pertukaran-sirkuit”; pertukaran percakapan telepon akan menghubungkan kawat untuk membentuk sirkuit berkesinambungan dan memutuskan kawat ketika panggilan berakhir. Layanan telepon lainnya, seperti penerus panggilan dan penjawab pesan, ditangani oleh operator manusia.[4] Pada tahun 1965, Bell Labs mengembangkan sistem komunikasi telepon terkomputerisasi pertama, yang menggantikan teknik penyadapan standar.[3]
Di Amerika Serikat, penyadapan telepon telah dilakukan di bawah perintah beberapa Presiden, terkadang juga disertai dengan surat perintah Mahkamah Agung. Pada tanggal 19 Oktober 1963, Jaksa Agung Robert F. Kennedy, yang menjabat di bawah pemerintahan John F. Kennedy dan Lyndon B. Johnson, memberi kewenangan pada FBI untuk menyadap komunikasi dari Martin Luther King, Jr.[5]
Pada tahun 1970-an, serat optik menjadi media baru alat telekomunikasi. Garis-garis serat optik yang panjang, tipis, dan bisa mentransmisikan sinyal melalui sinar laser, dianggap lebih aman jika dibandingkan dengan radio, dan biayanya juga lebih murah. Dari tahun 1990 hingga saat ini, sebagian besar komunikasi antar lokasi dilakukan melalui serat optik.[3][4] Penyadapan telepon pertama kali dilakukan melalui kawat – secara fisik disisipkan melalui saluran antara operator dan pengguna telepon – yang membawa sinyal menuju alat pendengar dan perekam. Penyadapan telepon baru-baru ini dipasang di tempat saluran penyadap yang menangani percakapan yang masuk.[4]
Dalam kasus penyadapan telepon Yunani 2004-2005, lebih dari 100 nomor telepon seluler yang sebagian besarnya dimiliki oleh pejabat pemerintah dan Pegawai Negeri Sipil Yunani telah disadap secara ilegal selama satu tahun. Pemerintah Yunani menyatakan bahwa penyadapan ini dilakukan oleh badan intelijen asing untuk alasan keamanan terkait dengan penyelenggaraan Olimpiade Athena 2004, dengan cara mengaktifkan lawful interception dari operator seluler Vodafone.[13]
Pada tahun 2007, dalam skandal peretasan telepon News International, tabloid Britania, News of the World, dituduh melakukan peretasan telepon. Awalnya News of the World diduga meretas telepon selebritas, politikus, dan keluarga kerajaan Britania. Namun, pada Juli 2011, dilaporkan bahwa telepon Milly Dowler, seorang anak perempuan yang dibunuh; saudara tentara Britania yang meninggal; dan korban bom London 2005, diretas oleh News of the World, sehingga masyarakat marah. Sponsor pun memboikot.[14] Akhirnya tabloid News of the World ditutup pada tanggal 10 Juli, setelah 168 tahun terbit.[14]
Kasus penyadapan telepon terbaru di AS adalah kontroversi surat perintah penyadapan NSA yang terungkap pada bulan Desember 2005. Penyadapan ini menimbulkan banyak kontroversi setelah mantan Presiden George W. Bush mengaku telah melanggar undang-undang federal tertentu. Bush mengaku bahwa ia bertanggung jawab atas perintah penyadapan telepon warga negaranya, yang dilakukannya untuk menjaga agar AS tetap aman dari terorisme, dan penyadapan bisa membimbing pihak berwenang untuk menangkap pelaku teroris yang bertanggungjawab atasserangan 11 September 2001.[4]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s